Daily Life

Cabut Gigi di Puskesmas

11:31 am

Senin, 1 april 2013 adalah pertama kalinya saya, une, mengunjungi puskesmas untuk cabut gigi, sendirian. Karena letak puskesmas Cilebut Timur lebih dekat dengan rumah saya, maka saya pun memilih untuk cabut gigi disana. Alasan lainnya juga karena murah sih hehe. Banyak teman saya yang tanya "kenapa ga di dokter gigi yang sesungguhnya aja ne?". ya gapapa kan? di puskesmas juga sama-sama dokter gigi kok. Mereka sama handalnya loh sama dokter mahal. hehe. Kemarin saya berhasil mencabut gigi hanya dengan biaya 20 ribu. murah kaan :") sementara saudara saya, Nabilong Amanemor, harus merogoh kocek lebih dari 150 ribu hanya untuk cabut gigi huhu.

Jujur waktu itu saya merasa keren banget cabut gigi di puskesmas. Jam tujuh pagi saya datang ke puskesmas sendirian. tengok sana sini dan bingung tahap apa yang harus lebih dulu dilakukan haha. ketika saya melihat ke sebelah kanan pintu masuk puskesmas, eh ada papan petunjuk hal-hal yang harus dilakukan untuk melakukan proses pengobatan.

Jadi, ternyata saya harus ambil nomor urut dulu nih buat masuk ke antrian poli gigi. Daaaan efek dari Datang-Ke-Puskesmas-Jam-Tujuh-Pagi adalah saya bisa dapet nomor urut ke TIGA! hahaha bahagia sekali saya bung. yah setidaknya alat-alat sang dokter gigi baru dipakai bekas mulut 2 orang sebelum saya haha.

Uang retribusi untuk melakukan pengobatan di puskesmas cilebut ini adalah 5000 rupiah. Setelah melakukan pembayaran 5000 itu, barulah saya bisa mengantri di depan pintu poli gigi. Kebetulan Dokter-nya datang telat, jadi saya harus nunggu beliau lamaaa sekali.

skip cerita menunggu

Tidak lama setelah dokter nya datang, satu persatu pasien pun dipanggil. begitu pula nama saya:
"UNE, 16 TAHUN"
"une?"
"iya saya une"
"oh, ya, silahkan duduk, ada masalah apa niih?"
"saya mau cabut gigi dong dook"
"oh gitu? lagi sakit nggak giginya?"
"nggak kok dok"
"oke, ayo duduk disitu sekarang.."
*deg degang* bu dokter itu lalu mengetok ngetok gigi geraham saya sambi bertanya
"sakit nggak ?"
"nggak dok"
"aduuhh ini mah giginya udah patah ya"
"iya hehe"

Dokter melakukan cek tensi dulu terhadap saya, mungkin untuk tau bahaya atau tidaknya efek cabut gigi terhadap peredaran darah kali ya haha #soktau. Alhamdulillah waktu itu ternyata tensi saya 110/80 (prok prok prok prok). Setelah tensi dikatakan aman, ibu dokter ini menginstruksikan saya untuk mencari posisi nyaman di kursi santai ala dokter gigi yang menurut saya sama sekali ga santai. ketika saya mencoba untuk bersantai di kursi, ternyata beliau sedang menyiapkan suntikan + obat bius di dalamnya.. agak panik sih ya awalnya.Tapi demi hilangnya gigi yang sangat mengganggu ini. saya rela disuntik walaupun suntikannya segede gaban. eh enggak segede gaban juga sih.

"dok, disuntik dok?"
"oo iya dong harus, kan biar ga sakit"
"eh eh.. bentar dok, saya nervous"

dan! saya pun akhirnya disuntik! deg degan banget waktu itu.. pas suntikannnya di tusukkin sih ga kerasa sakit. sakitnya tuh baru kerasa pas cairan di dalam suntikannya itu masuk ke pembuluh darah. linuuuu banget, dokternya nyuntik obat bus di dua tempat pula :( serem banget huhu

Saya harus menunggu sekitar 10 menit sampai bius itu bekerja. Awalnya lidah terasa kaku, eh lama lama rahang juga jadi kaku dan terus menjalar ke bibir... hehe rasanya menggelikan. Sensasi-nya sangat aneh. serius. Mau ngomong susah, nelen ludah susah bahkan saya mau senyum aja ga bisa! hahaha

Karena saya susah nahan ketawa, saya jadi kayak orang gila senyum senyum sendiri di puskesmas. hahaha.

Alhamdulillah dibius, jadi pas giginya dicabut ga kerasa sakit :)
Untuk mencabut giginya secara keseluruhan, bu dokter harus melakukan 3 kali pencabutan, soalnya giginya udah kepecah jadi 3 bagian. Prosesnya nggak makan waktu terlalu lama kok.

Waktu bu dokternya lagi ngasih wejangan, saya nahan ketawa banget, soalnya mau ngomong iya aja susah ahaha.
ma'aih ya dok'el

Saya ke puskesmas waktu itu naik motor, dan karena ini hal baru, dengan kemampuan berbicara saya yang menurun 48,88976888%, saya mencoba untuk nyanyi nyanyi di dalem helem sambil haha hihi.. yah mudah mudahan ga ada yang nyadar ya guys haha.

Sampai disekolah pun saya masih belum bisa ngomong. thanks gila ini biusnya hufff..
Makan eskrim juga kayak makan air putih lembut... ga ada rasanyaaaa :((
dan karena takut zonk lagi, akhirnya saya memilih untuk menahan lapar sampai jam 7 malam saudara saudara.

haaahhh sekian lah pengalaman cabut gigi di puskesmas nya..
lain kali cabut gigi di puskesmas aja yah! murah loh hahaha. kalo ditotalin 32 gigi sih paling cuma butuh uang sekitar 640.000 kookk..

murah mana ? 200.000 satu gigi apa 640.000 32 gigi? haha

You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE


unemenel

unemenel